Kapan musim hujan dan kemarau Indonesia di kota Anda? Kalender musim hujan dan kemarau Indonesia ini menampilkan pola musim 12 bulan untuk 13 kota besar, lengkap dengan curah hujan rata-rata, tips aktivitas, dan perbandingan curah hujan bulanan — semua dalam satu tampilan interaktif.
Pola Musim di Indonesia
Indonesia memiliki dua musim utama — musim hujan dan musim kemarau — dengan periode pancaroba di antaranya. Musim hujan umumnya berlangsung Oktober hingga April, sedangkan musim kemarau dari Mei hingga September. Namun pola ini berbeda di setiap kota karena Indonesia membentang dari Sabang hingga Merauke. Pantau kondisi terkini di cuaca hari ini.
Perbedaan Musim Hujan dan Kemarau
Selama musim hujan, curah hujan bisa mencapai 300–700mm per bulan di beberapa kota. Suhu terasa lebih sejuk namun kelembaban sangat tinggi. Sebaliknya, musim kemarau ditandai curah hujan di bawah 50mm per bulan dengan sinar matahari lebih intens dan indeks UV lebih tinggi. Lihat indeks UV dan kelembaban untuk data real-time.
FAQ
Musim hujan di Indonesia umumnya dimulai Oktober–November untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Untuk Sumatera bagian utara seperti Medan, musim hujan bisa berlangsung hampir sepanjang tahun. Pola berbeda di setiap kota tergantung letak geografisnya.
Musim kemarau di Indonesia berlangsung sekitar 4–6 bulan, umumnya dari Mei hingga September atau Oktober. Wilayah Nusa Tenggara Timur seperti Kupang mengalami musim kemarau terpanjang, bisa mencapai 7–8 bulan.
Pancaroba adalah masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau, biasanya terjadi di bulan April–Mei dan Oktober–November. Pada masa ini cuaca tidak menentu — bisa sangat panas di pagi hari dan hujan lebat di sore hari. Angin kencang dan puting beliung lebih sering terjadi di musim pancaroba.
Perbedaan musim antar kota disebabkan oleh faktor topografi, jarak dari laut, dan pergerakan angin muson. Bali cenderung memiliki musim kemarau lebih panjang dan lebih kering dibanding Jakarta, karena pengaruh angin dari Australia yang membawa udara kering.