Cuaca Surakarta — atau yang lebih dikenal sebagai Cuaca Solo — mencerminkan karakter kota budaya Jawa yang terletak di lembah antara Gunung Merapi, Merbabu, dan Lawu. Posisi geografis yang strategis ini membuat cuaca Surakarta memiliki keunikan tersendiri dibanding kota-kota besar Jawa lainnya — dengan musim hujan yang jelas, angin pegunungan yang terasa di pagi hari, dan Sungai Bengawan Solo sebagai urat nadi sekaligus ancaman banjir tahunan.
Key Takeaways
- Surakarta (Solo) beriklim tropis monsun dengan musim hujan Oktober–April dan musim kemarau Mei–September.
- Sungai Bengawan Solo yang melewati kota adalah faktor risiko banjir utama di Surakarta.
- BMKG menyediakan prakiraan cuaca Surakarta di bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/33.72.
- Suhu rata-rata Solo berkisar 22–34°C — lebih sejuk dari Surabaya atau Jakarta di musim panas.
- Angin kering Foehn dari Gunung Lawu sering membuat Solo terasa panas tiba-tiba di musim kemarau.
Profil Cuaca Surakarta
Surakarta terletak di ketinggian sekitar 105 mdpl di Provinsi Jawa Tengah, dikelilingi oleh tiga gunung berapi aktif — Merapi di barat laut, Merbabu di barat, dan Lawu di timur. Keberadaan pegunungan ini sangat memengaruhi pola cuaca Surakarta setiap harinya.
Sungai Bengawan Solo — sungai terpanjang di Jawa — membelah kota dari barat ke timur. Sungai bersejarah yang diabadikan dalam lagu karya Gesang ini memberikan kehidupan bagi kota sekaligus menjadi ancaman banjir saat debit air meningkat drastis di musim hujan. Suhu udara di Solo berkisar 22°C–34°C, dengan curah hujan rata-rata 2.300 mm per tahun.
Pola Musim Cuaca Surakarta
Musim Hujan (Oktober – April)
Musim hujan di Surakarta dimulai sekitar Oktober dan berlangsung hingga April. Puncak curah hujan terjadi pada Januari–Februari dengan curah hujan bulanan bisa mencapai 300–400 mm. Hujan biasanya turun pada sore hingga malam hari, memberikan waktu aktivitas yang cukup di pagi dan siang hari.
Musim Kemarau (Mei – September)
Musim kemarau di Solo berlangsung sekitar Mei hingga September. Pada periode ini, curah hujan sangat rendah dan suhu siang hari bisa mencapai 34–35°C. Fenomena angin Foehn — angin kering panas yang turun dari lereng Gunung Lawu di timur — sering membuat Solo terasa sangat panas secara tiba-tiba, bahkan di jam-jam yang seharusnya tidak sepanas itu.
Banjir Bengawan Solo di Surakarta
Bengawan Solo yang berhulu di Waduk Gajah Mungkur (Wonogiri) dan menerima limpahan dari lereng Gunung Merapi menjadi ancaman banjir nyata bagi Surakarta. Saat debit air tinggi, kawasan di bantaran Bengawan Solo seperti Jebres, Sewu, dan Sangkrah (Kecamatan Pasar Kliwon) paling rentan terendam.
Sistem peringatan dini banjir di Surakarta kini sudah lebih baik dibanding dekade sebelumnya. Pemerintah Kota Solo bekerja sama dengan BMKG dan BPBD untuk mengeluarkan peringatan dini 6–12 jam sebelum banjir diperkirakan melanda. Pantau peta cuaca Indonesia real-time kami untuk kondisi terkini.
Cara Cek Cuaca Surakarta Hari Ini
- BMKG Surakarta — Kunjungi bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/33.72 untuk prakiraan terkini.
- Aplikasi Info BMKG — Aktifkan notifikasi lokasi Solo untuk peringatan dini cuaca ekstrem.
- AccuWeather — Prakiraan per jam berguna untuk perencanaan wisata di Solo dan sekitarnya.
- BPBD Kota Surakarta — Pantau informasi ketinggian Bengawan Solo dan peringatan banjir.
- Cuaca.in — Gunakan cuaca hari ini dan prakiraan 7 hari kami.
Tips Menghadapi Cuaca Surakarta
- Waspadai angin Foehn di musim kemarau — suhu bisa naik 5–8°C dalam waktu singkat saat angin panas dari Lawu turun ke lembah Solo.
- Pantau debit Bengawan Solo melalui BPBD Solo atau aplikasi BMKG selama musim hujan.
- Hindari bantaran sungai saat hujan lebat di Wonogiri — banjir kiriman bisa tiba 6–12 jam kemudian.
- Siapkan perlengkapan wisata sesuai cuaca jika mengunjungi Keraton Solo, Pasar Triwindu, atau Taman Balekambang.
- Bawa jaket tipis di musim kemarau — perbedaan suhu siang dan malam di Solo bisa mencapai 10°C.
Untuk memahami lebih dalam tentang pola cuaca dan iklim di Jawa Tengah, baca artikel kami tentang musim di Indonesia dan perbedaan cuaca dan iklim.
Pertanyaan Umum tentang Cuaca Surakarta
Berapa suhu rata-rata cuaca Surakarta?
Suhu rata-rata di Surakarta berkisar antara 22°C hingga 34°C. Musim kemarau dengan angin Foehn bisa mendorong suhu siang hingga 35°C, sementara malam hari di musim kemarau bisa terasa sejuk di sekitar 22–24°C karena pengaruh angin pegunungan.
Kapan waktu terbaik mengunjungi Solo dari sisi cuaca?
Periode Mei–Oktober (musim kemarau) adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Solo. Cuaca cenderung cerah dan tidak hujan, sangat ideal untuk menikmati wisata budaya seperti Keraton Kasunanan, Pura Mangkunegaran, dan berbagai festival budaya Jawa yang banyak digelar pada periode ini.
Apa itu angin Foehn dan bagaimana pengaruhnya terhadap cuaca Solo?
Angin Foehn adalah angin kering dan panas yang terbentuk saat massa udara turun dari sisi bawah angin pegunungan. Di Solo, angin ini datang dari lereng Gunung Lawu di timur dan bisa menaikkan suhu secara tiba-tiba beberapa derajat dalam waktu singkat — membuat hari yang tadinya tidak terlalu panas menjadi sangat terik dan pengap.
Kecamatan mana di Surakarta yang paling rawan banjir?
Kecamatan Pasar Kliwon (terutama Kelurahan Sewu dan Sangkrah) dan Kecamatan Jebres di bagian timur kota adalah yang paling sering terdampak banjir Bengawan Solo. Kedua kecamatan ini terletak langsung di bantaran sungai dengan elevasi rendah.
Apakah erupsi Gunung Merapi memengaruhi cuaca Solo?
Ya, erupsi besar Gunung Merapi bisa memengaruhi cuaca Solo melalui hujan abu vulkanik yang dibawa angin dari arah barat laut. Selain mengganggu aktivitas luar ruang, abu vulkanik bisa menurunkan kualitas udara secara signifikan dan menurunkan intensitas cahaya matahari yang diterima kota.
Memahami dinamika cuaca Surakarta — dari banjir Bengawan Solo hingga angin Foehn dari Lawu — membantu kamu menikmati kota budaya ini dengan lebih aman dan nyaman. Pantau terus cuaca hari ini dan prakiraan 7 hari kami sebelum beraktivitas di Solo.

