Cuaca Sukabumi identik dengan dua hal: hujan yang sering dan pemandangan alam yang menakjubkan. Sebagai kota dan kabupaten yang berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango di Jawa Barat, cuaca Sukabumi sangat dipengaruhi oleh iklim pegunungan basah yang khas — curah hujan tinggi sepanjang tahun, udara yang lebih sejuk dari Jakarta dan Bandung pesisir, dan kabut pagi yang sering menyelimuti kawasan. Sukabumi juga menjadi pintu masuk menuju Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango dan pantai-pantai selatan Jawa Barat yang terkenal indah seperti Ujung Genteng dan Pelabuhan Ratu.
Key Takeaways
- Sukabumi mendapat curah hujan sangat tinggi (2.000–3.500 mm/tahun) — termasuk salah satu kawasan paling basah di Jawa Barat.
- Musim hujan panjang (Oktober–Mei); kemarau relatif singkat (Juni–September) — bahkan di kemarau pun sering turun hujan lokal dari pegunungan.
- BMKG Jawa Barat menyediakan prakiraan di bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/32.72.
- Suhu rata-rata 20–30°C — lebih sejuk dari Jakarta karena ketinggian 580–1.000 mdpl untuk kawasan kota.
- Sukabumi rawan longsor dan banjir bandang di musim hujan — kawasan lereng pegunungan sangat rentan saat curah hujan intensitas tinggi.
Cuaca Sukabumi: Kota, Kabupaten, dan Pantai Selatan
Sukabumi bukan satu entitas cuaca yang homogen — wilayah Kabupaten Sukabumi sangat luas (5.938 km², terluas kedua di Jawa Barat) dengan variasi ketinggian dari 0 mdpl di pantai selatan hingga lebih dari 3.000 mdpl di puncak Gunung Gede (3.014 m) dan Gunung Pangrango (3.019 m). Cuaca di Kota Sukabumi (sekitar 580–600 mdpl) akan berbeda dengan cuaca di Palabuhanratu (pantai selatan, 0 mdpl) dan tentu sangat berbeda dengan cuaca di puncak Gede-Pangrango.
Pantai selatan Sukabumi (Pelabuhan Ratu, Ujung Genteng) mendapat pengaruh langsung dari Samudra Hindia — lebih panas dan angin kencang dibanding kota Sukabumi yang terlindung pegunungan. Pantau kondisi gelombang dan cuaca pantai melalui cuaca hari ini kami sebelum menuju pantai selatan Sukabumi.
Cara Cek Cuaca Sukabumi Hari Ini
- BMKG Jawa Barat — bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/32.72
- Aplikasi Info BMKG — Notifikasi peringatan dini hujan lebat, longsor, dan gelombang tinggi pantai selatan
- BMKG Marine — Prakiraan gelombang Samudra Hindia untuk pantai selatan Sukabumi
- Cuaca.in — cuaca hari ini dan prakiraan 7 hari
Tips Menghadapi Cuaca Sukabumi
- Bawa jaket dan payung — cuaca di kaki pegunungan Sukabumi bisa berubah cepat; pagi cerah bisa berubah hujan lebat di siang hari
- Pendaki Gede-Pangrango — hanya mendaki Juli–Agustus dan cek status jalur di TNGP; jalur sering ditutup saat cuaca ekstrem
- Wisata pantai selatan — pantau prakiraan gelombang BMKG; pantai Sukabumi selatan terkenal dengan ombak besar yang bisa berbahaya
- Hindari jalur sempit lereng saat hujan lebat berlangsung lebih dari 2 jam — risiko longsor di kawasan berbukit tinggi
Pertanyaan Umum tentang Cuaca Sukabumi
Berapa suhu rata-rata cuaca Sukabumi?
Suhu rata-rata Kota Sukabumi berkisar 20–30°C — lebih sejuk dari Jakarta dan dataran rendah Jawa Barat karena ketinggian sekitar 580–600 mdpl. Malam hari bisa turun ke 17–20°C, terutama di musim hujan dan saat angin pegunungan bertiup dari Gede-Pangrango.
Kapan musim kemarau di Sukabumi?
Musim kemarau Sukabumi relatif pendek — Juni–September — dan tidak se-ekstrem kawasan pantai utara Jawa. Bahkan di kemarau, kawasan kaki pegunungan Sukabumi masih sering turun hujan lokal dari orografi awan yang terbentuk di lereng Gede-Pangrango. Cuaca Sukabumi bisa dikatakan selalu lembap dan basah sepanjang tahun meski intensitasnya jauh berkurang di kemarau.
Apakah Sukabumi rawan longsor?
Ya. Kawasan berbukit di Kabupaten Sukabumi sangat rentan longsor saat hujan lebat — terutama di wilayah yang lerengnya telah mengalami alih fungsi lahan (hutan menjadi perkebunan atau permukiman). Bencana longsor di berbagai kecamatan Kabupaten Sukabumi relatif sering terjadi di musim hujan. BNPB dan BPBD Sukabumi biasanya mengeluarkan peringatan longsor saat curah hujan melebihi ambang batas tertentu.
Mengapa pantai Sukabumi selatan berbahaya?
Pantai selatan Jawa (termasuk Sukabumi) berhadapan langsung dengan Samudra Hindia yang memiliki fetch (jarak tempuh angin) sangat panjang — ombak bisa mencapai ketinggian 3–6 meter bahkan di hari yang tampak cerah karena terbentuk jauh di tengah samudra. Arus bawah (rip current) juga sangat kuat di beberapa titik. Tidak ada pagar pembatas antara pantai dan samudra terbuka — kecelakaan tenggelam sangat sering terjadi di pantai selatan Sukabumi.
Kapan waktu terbaik mengunjungi Sukabumi?
Juli–Agustus adalah waktu terbaik — kemarau puncak, cuaca paling stabil, dan cocok untuk pendakian Gede-Pangrango maupun wisata pantai selatan dengan kondisi gelombang yang relatif lebih terprediksi. Hindari Desember–Februari untuk pantai selatan (gelombang paling tinggi dan tidak terprediksi).
Cuaca Sukabumi yang basah, sejuk, dan penuh kejutan menjadikannya kota dengan kekayaan alam yang luar biasa — namun juga dengan risiko cuaca yang perlu diwaspadai. Pantau terus cuaca hari ini dan prakiraan 7 hari kami.

